Seorang penakluk yang bermarkas di kota Nasrudin sedang mencari cara untuk mengakhiri pemberontakan yang dimulai di salah satu kota terdekat yang ia kuasai.
“Rakyat telah bangkit melawan gubernur,” salah satu pejabatnya menjelaskan. “Mereka mengatakan mereka sudah muak dengan pemerintahannya yang menindas.”
“Kita harus mengirimkan pasukan dan senjata untuk memadamkan kekacauan ini,” tambah seorang jenderal militer. “Setelah kami membuat kehadiran Yang Mulia terasa, pemberontakan pasti akan berakhir.”
Nasrudin yang saat itu sedang berada di istana kemudian berkata kepada sang penakluk, “Sebenarnya semua itu tidak perlu. Faktanya, saya tahu cara mengakhiri pemberontakan hanya dengan satu senjata khusus.”
"Apa?" tanya sang penakluk dengan penuh rasa ingin tahu.
Nasrudin menjawab, “Satu orang yang akan memperhatikan rakyat dan menggantikan gubernur yang menindas.”