Suatu hari penakluk baru kota itu berkata kepada Nasrudin, “Hei Mulla, aku punya tantangan untukmu yaitu Menyinggung perasaan saya sedemikian rupa sehingga penjelasan Anda akan seribu kali lebih buruk ketimbang pelanggaran aslinya.”
"saya terimah" jawab nasrudin.
Keesokan harinya, Nasrudin datang ke istana dan mencium tepat pada bibir sang penakluk. “Apa itu tadi!” seru sang penakluk dengan sangat terkejut.
“Oh,” jawab Nasrudin, “ permisi. Aku membuatmu bingung dengan istrimu.”