solat untuk siapa?.

Suatu hari Nasrudin sedang terburu-buru, dan segera pergi ke Masjid untuk shalat magrib. Pemimpin agama itu melihat salatnya yang tergesa-gesa, dan dengan marah berkata kepadanya, “Ini tidak benar, kamu salat terburu-buru seperti itu. Mulai dari awal lagi.”
Jadi Nasrudin menurutinya, dan ketika dia selesai, pemimpin agama itu berkata, “Sekarang, tidakkah kamu berpikir bahwa Tuhan lebih menghargai salat putaran kedua ini dibandingkan salat terburu-buru yang kamu lakukan.”
“Tidak juga,” jawab Nasrudin. “Meskipun yang pertama di lakukan dengan tergesa-gesa, namun hal itu di lakukan demi Tuhan. Tapi apa yang kamu suruh aku lakukan tadi adalah untukmu.”