Tamparran itu.

Suatu hari, Nasrudin sedang berjalan di jalan menuju tempat kerja, ketika entah dari mana, seorang pria mendatanginya dan menamparr wajahnya!
Nasrudin yang terkejut memandang laki-laki itu.
Pria itu menoleh ke belakang dan, dengan cepat menyadari bahwa dia telah keliru menamparr orang yang salah, wajahnya memerah karena malu dan segera meminta maaf.
Namun Nasrudin membawa pria itu ke pengadilan.
Setelah menjelaskan perkaranya kepada Hakim, Hakim mengambil keputusan:
“Dengan ini saya memerintahkan penggugat (nasrudin) untuk menamparr wajah tergugat.”
Namun Nasrudin tidak menerima; dan Hakim, yang hampir kehilangan kesabarannya terhadap Nasrudin, mengubah keputusannya:
“Dengan ini saya memerintahkan tergugat untuk membayar penggugat (nasrudin) dua puluh dolar.”
Nasrudin menerimanya, namun pria tersebut mengatakan bahwa dia harus pulang untuk mengambil uang dan membawanya kembali.
Namun setengah jam kemudian, pria itu belum kembali; dan Nasrudin tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
Dia menghampiri Hakim, menamparr wajahnya, dan berkata, “Saya terlambat dan harus pergi, jadi mohon terima dua puluh dolar itu atas nama saya.”